Rabu, 15 Februari 2012

STRATEGI MEMULAI USAHA LAMPU MEJA/HIAS




STRATEGI MEMULAI USAHA LAMPU MEJA/HIAS

Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam memulai usaha kecil, dimana beberapa item dapat dilihat dengan mudah hingga ada juga yang terlewat. Pilihlah sebuah bisnis dalam bidang yang sama seperti yang telah anda rencanakan untuk membukanya, sebaik yang pertama yaitu dalam ukuran yang sama.

Dengan meninjau business plan akan banyak memberikan anda gambaran dan membuka mata. Business plan akan menunjukkan pada anda item -item yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya. Business plan yang bagus dimulai dengan pernyataan misi atau sasaran. Ini adalah tema utama bisnis dan tidak boleh diabaikan. Ini penting dalam usaha baru.

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah laporan keuangan. Laporan ini akan menunjukkan anggaran yang perlu dipertimbangkan. Ketika anda siap memulai membuat business plan, mungkin anda ingin mendapatkan bantuan penulis dan perencana keuangan atau akuntan profesional. Business plan harus mencakup detil spesifik yang penting bagi investor dan bank. Walaupun modal bisnis menggunakan modal kecil, tetapi harus ada laporan keuangannya.

Perhatikan pengeluaran berikut pada saat membuat anggaran:
- Sewa
- Asuransi
- Biaya Perijinan
- Anggaran marketing
- Biaya internet
- Upah kerja
- Biaya telepon
- Komputer dan modem
- Listrik, gas, air
- Biaya Perbaikan
- Biaya material
- Biaya jasa kebersihan
- Mesin foto copy
- Mesin fax
- Peralatan kantor
- Furnitur kantor
- Biaya renovasi
- Mesin kasir
- Biaya pelatihan
- Akuntan
- Pengiriman


Di samping semua pengeluaran di atas, masih ada biaya tambahan lainnya yang terkait dengan usaha bisnis spesifik anda. Selalu sisihkan uang tambahan untuk pengeluaran yang tidak terduga.

Ketika anda memiliki business plan, anda dapat memulai bisnis baru tsb. Buatlah penyesuaian pada rencana jika diperlukan. Sebelum anda mengambil pegawai, buatlah data sumber daya manusia termasuk deskripsi pekerjaan dan rencana kompensasi. Jika bisnis anda memerlukan orang dengan kemampuan teknis, anda memerlukan layanan profesional yang akan mewawancara pelamar.

Dengan staf yang anda miliki, anda dapat mengelola kantor. Pastikan kantor diset dengan efisiensi yang optimal. Tentukan aturan-aturan dasar terkait dengan housekeeping sehingga kantor tetap bersih dan gunakan jasa kebersihan profesional. Kita bertindak seperti perusahaan bisnis profesional.

Komunikasi yang baik adalah kunci agar bisnis berjalan mulus. Bahkan, kantor kecilpun perlu komunikasi resmi secara berkala. Mulailah kebiasaan menggunakan email atau newsletter untuk menyebarkan informasi penting. Selalu menangani masalah karyawan dengan bijak. Layaknya perusahaan bisnis profesional.

Belajar mendelegasikan tugas ke orang lain dalam organisasi. Ini penting jika anda ingin usaha bisnis berhasil. Libatkan orang lain dalam proses pembuatan keputusan jika diperlukan sehingga mereka merasa ikut memiliki perusahaan.




45 CARA PROMOSI


1.      Pasang iklan di koran
2.      Pasang iklan di buku telepon kuning (yellow pages).
3.      Pasang iklan di pusat perkulakan.
4.      Aktif mendekati konsumen lewat telepon.
5.      Mendatangi langsung konsumen yang prospektif.
6.      Promosi lewat surat.
7.      Jadi pembicara di seminar dan bicaralah tentang hal yang benar-benar Anda kuasai.
8.      Jadi pembicara tamu di acara dialog di radio.
9.      Buat pusat data tentang pelanggan Anda, lengkap dengan alamatnya.  Jaga terus agar tetap up-to-date.
10.  Bangun citra perusahaan Anda dengan kartu nama dan kop surat yang menarik.
11.  Rancang brosur yang menjelaskan keuntungan dari produk Anda.
12.  Kembangkan sistem pemesanan lewat surat.
13.  Buat tempat khusus untuk memamerkan dan membeli langsung produk Anda.
14.  Rancang pemasaran jarak jauh (telemarketing).
15.  Buat logo perusahaan sesuai dengan citra yang ingin Anda bangun.(mintalah pendapat Desain Grafis, Desain Pameran)
16.  Terbitkan semacam buletin yang menceritakan perkembangan terbaru usaha Anda, paling tidak tiga bulan sekali.
17.  Buat suvenir dengan logo perusahaan, seperti kalender, pena, mug, kertas memo dan sebagainya.
18.  Buat kampanye sosial yang berhubungan dengan produk Anda. Misalnya jika produk Anda lampu, sebarkan tips tentang hemat pemakaian listrik.
19.  Buat stiker atau balon dengan logo dan slogan perusahaan Anda(mintalah pendapat Desain Grafis, Desain Pameran).
20.  Rancang kaos dengan logo dan nama perusahaan.
21.  Jajagi kerjasama promosi dengan perusahaan lain yang bukan pesaing.
22.  Pelajari semua biaya promosi, baik yang lewat koran, majalah, radio, televisi, papan reklame, halte bus, dan tempat-tempat umum lainnya.
23.  Temukan cara untuk mengurasi biaya promosi dengan memanfaatkan promosi patungan.
24.  Berterimakasih kepada pelanggan dengan mengiriminya surat.
25.  Menjaga hubungan dengan pelanggan dengan cara mengiriminya kartu ulang tahun, Lebaran, Natal, atau tahun baru.
26.  Pasang profil perusahaan di majalah atau koran yang biasa dibaca oleh calon konsumen sasaran.
27.  Sewa agen periklanan atau humas (PR/public relations).
28.  Selenggarakan sayembara yang bersifat promosi.
29.  Selenggarakan seminar yang khusus membahas produk, jasa, dan perusahaan Anda.
30.  Selipkan brosur atau bahan promosi lainnya ke dalam tagihan yang Anda kirim.
31.  Cari calon pelanggan di pameran-pameran.
32.  Cari calon pelanggan di perkumpulan-perkumpulan yang berhubungan dengan bisnis Anda.





33.  Cari calon pelanggan di seminar-seminar.(menjadi Event Promotion / Exhibition Contractor)
34.  Cari calon pelanggan di majalah atau koran.
35.  Kemas brosur, daftar harga, dan surat-menyurat dalam tempat khusus untuk pelanggan.
36.  Pasang papan penunjuk di pinggir jalan dekat kantor Anda.
37.  Sebarkan brosur dengan menyelipkannya di wiper kaca mobil.
38.  Cetak kalimat bersifat promosi pada kertas surat atau amplop.
39.  Pasang logo dan nama perusahaan pada mobil perusahaan.
40.  Siapkan video tentang profil perusahaan.
41.  Buat daftar produk lengkap tentang gambar, cara penggunaan dan keuntungan pemakaian untuk mempermudah Anda membuat promosi.
42.  Siapkan proposal yang siap ditawarkan untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan.
43.  Sediakan contoh produk gratisan.
44.  Sediakan kesempatan kepada calon pelanggan untuk melihat-lihat proses produksi.
45.  Sponsori acara amal(menjadi Event Promotion / Exhibition Contractor).







PENGERTIAN
Lampu Hias    
Jenis ini lebih menonjolkan nilai estetika, lampu hias biasanya berbentuk unik dan biasanya merupakan produk dari kerajinan lampu dan di taruh pada sudut atau meja ruangan

Lampu langit-langit (ceiling lamp)
Jenis ini dipasang dibawah langit-langit dengan berbagai bentuk aksesoris yang bisa didapatkan di toko-toko lampu. Jenis ini biasanya dipasang dengan tempat lampu yang berfungsi sebagai reflektor, dan banyak cenderung digunakan untuk perkantoran.

Lampu gantung
Lampu hias yang dipasang secara menjuntai pada bagian plafon rumah. Lampu ini biasanya ditempatkan di ruang-ruang utama, juga biasa digunakan untuk ‘mengisi’ langit-langit yang cukup tinggi, misalnya di area void, tangga, dan sebagainya. Cahayanya bisa digunakan untuk menerangi sebuah area khusus, misalnya meja makan.

Lampu lantai
Biasa digunakan untuk memberikan penerangan lebih, atau memperkuat keindahan sebuah desain interior. lampu kerajinan jenis ini bisa digunakan untuk lampu baca di sebelah kursi baca atau sofa, bahkan menjadi penghias ruang tamu.

Lampu dinding
Jenis ini digunakan sebagai hiasan dinding atau memberikan efek cahaya pada dinding. Sehingga, nilai estetika lebih menonjol dibanding fungsional sebagai penerang.

Lampu tidur
Lampu ini memiliki ciri khas dengan cahayanya yang redup. Itulah sebabnya, lampu tidur ini paling cocok untuk menemani saat istirahat malam Anda dan lampu tidur biasanya di letakan dekat kepala agar mudah dalam menyalakan atau mematikan alat ini.

Lampu meja
Banyak digunakan untuk kegiatan membaca atau kegiatan lain di meja atau juga bisa sebagai lampu hiasan, dan sebagian besar merupakan lampu untuk area meja saja. Lampu jenis ini sebaiknya bisa diatur dari segi kuantitas cahaya dan bisa diatur arah cahayanya sesuai kebutuha

Lampu Kayu
Lampu jenis ini juga merupakan suatu karya seni dari desain lampu, biasanya wood lamps di letakan di ruang tamu atau di manapun untuk menambah nilai estetika dari ruangan dan wood lamps merupakan pilihan bagus jika anda ingin menambah nilai estetika rumah anda.(***)









Mempercantik hunian dengan aksesoris unik seperti Lampu Hiasan unik, sungguh menyenangkan. Terlebih banyak pujian datang karenanya. Lampu Hias bak sangkar burung salah satu perwujudannya.

Lampu Hias ini terdiri dari tiga material utama. Yaitu, kain, kayu dan besi. Posisi yang menggantung, menjadikan Kerajinan Lampu hias ini membutuhkan struktur kokoh sebagai penahan. Besi jadi andalan.Tinggi Kerajinan Lampu mencapai 180cm, dengan balutan warna krem tampak hangat.
Desain Lampu Kerajinan melengkung dan bantalan berbentuk lingkaran, mempercantik tampilan Wood Lamps. Unsur kayu, lebih tepatnya potongan bambu, hadir apik sebagai pembungkus terluar lampu / Wood Lamps. Pola jari-jari menegaskan sebuah "sangkar" pada lampu ini. Lapisan Lampu Kerajinan yang bersinggungan langsung dari lampu adalah kain rajutan. Motif bunga dan tangkai menghias mengelilingi kain pada Lampu Tidur unik ini.
Hadir dalam satu kesatuan, lengkap dengan meja kaca dibeberapa bagian besi. Lampu Hiasan unik yang diproduksi di Surabaya ini, dijual seharga Rp. 450.000.


Temukan info menarik tentang lampu hias disini Lampu Hias - Wood Lamps - Lampu Kerajinan - Lampu Hiasan - Kerajinan LampuLampu Tidur dan Lampu Hias / Wood Lamps : Lampu Kerajinan & Hiasan – Lampu Tidur Majalengka Jawa Barat


KERAJINAN BARANG BEKAS


Begitu banyak usaha kecil yang mengolah bahan-bahan dari limbah atau Kerajinan Barang Bekas. Begitu pula dengan usaha yang dilakoni Tata, warga Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Ia mengolah kayu bekas peti kemas atau yang sering dikenal dengan sebutan kayu jati Belanda menjadi barang-barang Souvenir Handicraft yang tidak saja menarik tapi juga fungsional.

Produk Barang Kerajinan yang dihasilkan cukup unik. Sebut saja papan nama, kotak permen, wadah koran, atau box kunci (Souvenir Handicraft
) dihias dengan tokoh kartun bersifat long lasting alias jangka panjang dan disukai segala jenis usia. Alhasil konsumen tidak cepat bosan dengan produk-produk Souvenir Handicraft yang dipesan.

Keistimewaan lainnya adalah pemasaran yang menggunakan sistem pemesanan. Pelanggan bisa menentukan barang Souvenir Handicraft yang mereka suka sehingga lebih eksklusif karena motifnya hanya dimiliki mereka. (YNI/Julianus Kriswantoro)

Sumber: id.indonesian-craft.com

Temukan informasi lainnya mengenai Handicraft Design - Souvenir Handicraft - Design Handicraft - Design Souvenir - Design Kerajinan - Kerajinan Barang Bekas - Barang Bekas - Kerajinan Handicraft - Barang Kerajinan hanya di Handicraft Design & Souvenir Handicraft : Kerajinan Barang Bekas Jakarta 88db.com


















Siapa yang tak memiliki kamar tidur yang nyaman dan indah seperti layaknya kamar hotel (Lampu Hiasan). Tak perlu pusing memikirkan terlalu banyak bagian yang harus direnovasi, dengan menghadirkan Lampu Tidur sebenarnya sudah dapat menghadirkan nuansa itu. Tentu saja ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan.

Lampu meja (Lampu Tidur) tak hanya sebagai penerang dalam ruangan, tapi juga memiliki fungsi estetika dalam ruangan. Kehadirannya tanpa disadari memberi aksen tersendiri sehingga ruangan semakin terlihat indah. Perhatikanlah hal berikut saat meletakkan lampu meja. Untuk lebih jelas, silahkan klik Kerajinan Lampu.

Kamar tidur. Kebiasaan tiap orang saat tidur berbeda-beda, ada yang membutuhkan lampu dengan penerangan redup agar ruangan tidak terlalu gelap atau membaca buku terlebih dahulu sebelum tidur. Hal inilah yang membuat keberadaan lampu meja (Lampu Tidur) di kamar tidur menjadi penting. Bila lampu meja juga digunakan untuk kepentingan membaca, pastikan bahwa besar daya lampu yang digunakan cukup agar tidak membuat mata cepat lelah. Idealnya, lampu untuk membaca memiliki sekitar 150 watt. Agar lampu meja (Lampu Hias) ini dapat memenuhi dua kebutuhan sekaligus, yaitu untuk membaca dan penerang saat tidur, Anda dapat memilih lampu yang menggunakan teknik dimmer switch. Dengan begini, daya terang gelap lampu dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Lagipula lampu dimmer switch merupakan jenis lampu yang relative hemat energi dan penggunaan lampu pijarpun tidak boros.

Meja belajar . Walau terlihat sepele, pastikan bahwa lampu meja yang digunakan cukup tinggi, sekitar 15 inci di atas permukaan meja, dan sinarnya bisa jatuh tepat di atas halaman yang sedang dibaca. Letakkan lampu meja berseberangan dengan cara Anda menulis. Misalnya, bila Anda menulis dengan tangan kanan, letakkan lampu di sebelah kiri. Hal ini untuk menghindari adanya bayangan pada buku atau kertas yang ditulis.

Sesuaikan gaya lampu meja (Wood Lamps) dengan konsep dalam sebuah ruangan. Hal ini semakin mudah dilakukan mengingat semakin beragamnya bentuk dan gaya lampu meja saat ini, seperti bentuk lampu lampion dengan kulit jeruk, lampu dengan gaya klasik, kristal, antic, menggunakan unsure kayu ataupun yang sifatnya modern dengan lebih banyak menggunakan unsur besi. Jadikan lampu meja ini sebagai salah satu pendukung suasana dalam suatu ruangan. Namun bukan berarti memadu padankan beberapa gaya menjadu suatu larangan, hal ini hanya untuk memudahkan Anda dalam menata interior rumah. Satu hal yang haurs diingat saat memadukan berbagai gaya adalah tetap menerapkan prinsip keserasian diantaranya (Lampu Hias).

Ukuran lampu mejapun harus diperhatikan, untuk menyesuaikan dengan besar ruangan dan besarnya penerangan yang dibutuhkan dalam ruangan tersebut.



YAN’S Collection


Yan’s Collection
memfokuskan kerajinannya yaitu pada pembuatan kap lampu dan dudukannya.
Bahan baku yang digunakan selain kawat dan mika yaitu serbuk kayu,
pelepah pisang, serbuk batu, pasir putih, batu abu-abu, tenun lidi, rotan dan lain-lain.
Sudah ada sekitar 50 model hasil kreasinya. Semua model terutama dudukannya,
sangat berbeda dengan milik perajin lain.
yan’s sangat berani membuat dudukan lampunya
yang cenderung bebas, dengan bahan dari bahan natural
sehingga dari dudukannya itu sendiri sudah terlihat artistik.


KERAJINAN TANGAN
Adalah sesuatu yang sangat menyenangkan jika Anda memang mempunyai hobi di bidang ini. Ada beberapa tips untuk membuat kerajinan Tangan.
1.      Sebelum membuat kerajinan tangan, Anda harus tahu untuk apa kerajinan  tangan itu nantinya. Dijual, di pasang sendiri untuk menghiasi ornamen rumah Anda sendiri atau untuk di berikan pacar Anda mungkin?
2.      :)Kalau anda membuat kerajinan tangan untuk di jual, maka Anda harus tahu  kenapa orang membeli produk kerajinan tangan Anda.
3.      Ada beberapa alasan orang membeli kerajinan tangan.
4.      Pertama, Unik. Banyak sekali kerajinant tangan yang berada di pasaran, tapi cukup sulit mencari kerajinan tangan yang benar-benar unik.
5.      Kedua, kerajinant tangan itu memang khas suatu daerah, jadi, orang membeli kerajinan tangan Anda karena di gunakan sebagai cinderamata, oleh-oleh, ataupun souvenir.
6.      Jika Anda membuat kerajinan tangan hanya untuk di pasang di rumah Anda, tidak akan menjadi sesulit membuat kerajinan tangan untuk dijual.
Jadi, buatlah sesuai selera Anda, dan pasang lah di Rumah Anda.
Buatlah kerajinan tangan itu semenarik mungkin karena itu akan menjadikan ciri khas Rumah Anda, apalagi buat pacar Anda :)













Mempunyai Lampu Hias di ruang tamu atau foyer tidak harus mahal. Bahkan Anda dapat membuatnya sendiri, yakni dengan memanfaatkan bambu besar atau bambu petung. Ruang Anda akan tampil eksotik bahkan romantis.
Lampu hias / Wood Lamps semacam ini dapat diletakan di berbagai sudut ruang, seperti ruang tamu, foyer atau di sudut taman. Selain menjadi lampu hias / Wood Lamps, lampu semcam ini dapat juga dipakai sebagai accent lighting untuk membimbing orang ke tempat tertentu, misalnya koridor restoran,
Anda mau mencoba membuat Lampu Hias ?
Bahan: Bambu, Lampu Tidur yang hemat energi 5 watt warna kuning, kabel secukupnya, cat atau pelitur, cat poxy clear, semen dan amplas.

Cara membuatnya:

1. Pilihlah bambu yang sudah kering untuk Kerajinan Lampu, yang cukup besar dengan diameter sekitar 10 cm. Potong bambu dengan panjang 1,5 m atau sesuai kebutuhan.
2. Amplas dan cat kesuluruhan bambu dengan warna coklat atau pelitur. Tunggu sampai kering.
3. Pilih salah satu ruas yang akan menjadi dudukan Lampu Hiasan. Bagian atas dari ruas itu digergaji sebagian (lihat foto). Jangan lupa ada bagian dari ruas itu yang tetap utuh untuk dudukan lampu.
4. Amplas bagian yang sudah terbuka agar serbuk bambu hilang.
5. Lubangi bagian tengah bambu untuk kabel.
6. Untuk membuat dudukan Lampu Kerajinan bambu gunakan semen. Anda dapat memafaatkan ember kecil atau bekas cat untuk cetakan. Ketinggian dudukan antara 7 s.d. 10 cm.
7. Cat kembali seluruh bambu untuk Lampu Tidur hias, dudukannya, termasuk bagian dalam ruas yang sudah terbuka. Gunakan cat poxy clear untuk membuat warna coklat dan ruas terbuka itu mengkilap.
8. Pasang Lampu Kerajinan bambu dan letakkan lampu di tempat yang sudah direncanakan.
9. Bila Anda ingin meletakkan Kerajinan Lampu bambu di ruang terbuka., tutuplah bagian Lampu Hiasan yang terbuka dengan akrilik atau kaca.
Nah, Anda sekarang sudah mempunyai lampu hias buatan sendiri. Selamat mencoba!

Lampu Kerajinan & Hiasan – Lampu Tidur Dari kaca
Yan’s Collection


Bandung - Kepedulian memanfaatkan limbah atau sampah sebagai bahan baku kerajinan sepertinya kian menggugah. Tapi jika sebelumnya yang dimanfaatkan adalah sampah plastik atau kertas, kini ada lagi yang kreatif memanfaatkan limbah kaca. Ide yang tidak terduga bukan?

Adalah Yan’s Collection yang terinsipirasi untuk membuat kerajinan dari limbah kaca. Wawan yang sebelumnya menjabat sebagai koordinator sampah di sekitar lingkungan tempat tinggalnya ini melihat peluang itu ketika banyaknya limbah kaca di antara sampah-sampah yang terkumpul.

"Saya pun kepikiran kenapa tidak kita manfaatkan itu," ucapnya.
Maka enam bulan yang lalu, Wawan mengajak kelima saudaranya untuk mendirikan usaha kecil menengah dengan nama Pittrop. Pecahan-pecahan atau limbah kaca tadi kemudian dikreasikan menjadi interior yang indah. Bahkan mungkin tak ada yang menduga kalau benda-benda tersebut berasal dari limbah kaca.

Setiap orang di Fittrop menurut Wawan memiliki ide yang berbeda. Mereka bebas membuat benda apapun yang ingin mereka buat. Ada yang dikreasikan menjadi papan catur berikut pionnya, pot bunga, miniatur mesjid, moniatur monas, atau souvenir cantik.

"Saya menyukai seni saudara-saudara saya juga begitu jadi banyak ide yang bermunculan," papar Wawan saat ditemui di Cooperative Fair Lapangan Saparua yang berakhir Minggu (26/7/2009).

Namun seiring dengan makin banyaknya ide yang muncul. Bahan baku dari sampah rumah tangga tidak lagi mencukupi. Wawan pun akhirnya membeli limbah dari toko kaca. Tentunya masih dalam bentuk limbah bukan lempengan kaca.

"Saya tidak ingin keluar dari visi untuk memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita," ujar Wawan yang mengaku pernah menekuni seni kaligrafi ini.

Tapi tentu tetap butuh biaya. Itulah kendala yang dihadapi Fittrop, terhambat dalam modal. Dia berharap pemerintah, khususnya Pemkot Cimahi mau memberikan kucuran dana untuk mengembangkan usaha tersebut.

Untuk pemasaran pun baru dilakukan dari pameran ke pameran. Dari sisi penjualan tentu belum memuaskan. Ke depannya, Wawan berencana membuka galeri khusus di Cimahi untuk memajang karya-karya Fittrop.(ema/ema)

Kreatif dengan Kertas Duplex
Yan’s Collection

Bandung - Para perajin lokal kian kreatif saja. Kali ini giliran warga Manglayang Regency, Wawan Irawan (48) yang memanfaatkan kertas duplex. Lembaran-lembaran kertas duplex diubahnya jadi kerajinan seperti lampu hias, jam dinding bahkan interior seperti meja dan kursi.

Kerajinan ini dirintis Wawan setahun lalu disela-sela pekerjaannya sebagai staff di bagian kepegawaian Kanwil Jabar. "Terinspirasi dari kakak saya yang bekerja di perusahaan benang. Di sana menggunakan bahan kertas duplex untuk menggulung benang," ujar Wawan ditemui di Cooperative Fair, Lapangan Saparua, Bandung.

Wawan pun mencoba memanfaatkan kertas tersebut menjadi sesuatu yang lebih berharga. Diakui Wawan ide menkreasikan duplex adalah hasil pemikirannya sendiri.

Kertas duplex dibuat dalam bentuk gulungan panjang berbagai ukuran. Gulungan tersebut bisa dibuat melingkar, berbentuk kotak, segitiga atau belah ketupat. Gulungan tersebut kemudian didorong dari bawah, sehingga makin atas bentuknya kian mengecil. Ada yang menyerupai stupa, piramid atau kubah.

Agar permukaan dan tekstur kertas tidak terlihat, pertama Wawan merendam kertas dalam lem kemudian dikeringkan. Setelah kering dipoles kembali dengan lem biar mengkilat. Proses terakhir baru dilapisi dengan beraneka warna flitur. Setelah jadi, sama sekali tidak akan menyangka kalau kerajinan tersebut terdiri dari gulungan-gulungan kertas duplex.

Benda yang paling awal dibuatnya adalah asbak, kemudian berkembang menjadi benda-benda lain yang lebih menuntut kreatifitas. Misalnya, jam dinding, lampu, meja, tempat tissue dan lain-lain.

"Sekarang sekitar 20 macam benda kita buat paling banyak adalah kap lampu," tuturnya.

Setiap benda tersebut dibuat dengan jumlah duplex yang berbeda. Untuk ukuran yang paling kecil seperti asbak, Wawan hanya menggunakan 250 gram duplex, sedangkan yang terbanyak adalah kursi sebanyak 10 kilogram duplex. "Tapi rata-rata yang dibuat adalah kap lampu dengan 2 kilogram duplex," ujarnya.

Saat ini menurut Wawan dia masih melakukan pekerjaan sendiri kecuali kalau ada pesanan dalam jumlah besar. Wawan mengaku dirinya sama sekali tidak menghadapi kesulitan berarti ketika membuatnya.

"Saya kerja mulai pulang kantor dari jam lima sore hingga jam 10 atau 11 malam," tuturnya.

Dalam satu hari dia bisa membuat tiga karya. Dalam satu bulan bisa terjual rata-rata 20 karya. Wawan menjual dari harga terendah Rp 15 ribu hingga termahal Rp 150 ribu. Namun Wawan masih enggan untuk menyebutkan berapa omset yang sudah didapatkannya. Lampu Unik dari Pelepah Kelapa

 

 

 

 

LAMPU MEJA DARI PELEPAH KELAPA

Imam Bagus Salam, pengusaha lampu dari pelepah kelapa, Bali.

 

15/02/2010 15:53
Liputan6.com, Kuta: Pohon kelapa selama ini dikenal sebagai tanaman yang dapat dimanfaatkan semua bagian pohonnya. Mulai buah, daun, batang, bahkan pelepahnya. Salah seorang yang jeli dan menjadikan kelapa sebagai lahan bisnis adalah Imam Bagus Salam. Ia kreatif memanfaatkan pelepah kelapa menjadi aneka macam lampu hias yang menarik.

Produk-produk yang dihasilkan cukup unik dan tidak pasaran. Di antaranya berupa lampu meja, dinding, gantung, bahkan dibentuk seperti botol juga perahu. Imam menuturkan, bukan hal mudah membuat bentuk-bentuk seperti itu. Kendala kerap dihadapi terutama menentukan kualitas pelepah. "Kualitas harus bagus, tidak terlalu tua atau muda," ujar Imam.

Saat ini lampu hias milik Imam bukan hanya menjangkau pasar domestik. Konsumen seperti di Australia, Spanyol, bahkan Prancis sudah dirambahnya. Dengan kemajuan yang diperoleh saat ini, Imam berujar tidak ingin berpuas diri. Ia berencana mengombinasikan produknya dengan material lain seperti rotan, kerang, atau kulit.(YNI/ADO)







LAMPU HIAS BERBENTUK SANGKAR BURUNG

Mempercantik hunian dengan aksesoris unik seperti Lampu Hiasan unik, sungguh menyenangkan. Terlebih banyak pujian datang karenanya. Lampu Hias bak sangkar burung salah satu perwujudannya.

Lampu Hias ini terdiri dari tiga material utama. Yaitu, kain, kayu dan besi. Posisi yang menggantung, menjadikan Kerajinan Lampu hias ini membutuhkan struktur kokoh sebagai penahan. Besi jadi andalan.Tinggi Kerajinan Lampu mencapai 180cm, dengan balutan warna krem tampak hangat.

Desain Lampu Kerajinan melengkung dan bantalan berbentuk lingkaran, mempercantik tampilan Wood Lamps. Unsur kayu, lebih tepatnya potongan bambu, hadir apik sebagai pembungkus terluar lampu / Wood Lamps. Pola jari-jari menegaskan sebuah "sangkar" pada lampu ini. Lapisan Lampu Kerajinan yang bersinggungan langsung dari lampu adalah kain rajutan. Motif bunga dan tangkai menghias mengelilingi kain pada Lampu Tidur unik ini.
Hadir dalam satu kesatuan, lengkap dengan meja kaca dibeberapa bagian besi. Lampu Hiasan unik yang diproduksi di Surabaya ini, dijual seharga Rp. 450.000.

Cina dan Jepang merupakan negeri asal kerajinan Chinese Lampion. Tetapi Tiang Jaler berusaha mendesain lampion khas Indonesia. Peluangnya masih terbuka.

Saat mengamati dekorasi interior ruangan pesta atau barangkali panggung hiburan di layar kaca, mata kita kerap tertumbuk pada hiasan lampu yang digantung atau diletakkan di tempat tertentu sebagai pemanis, misalnya sudut-sudut ruangan. Ada yang berbentuk bulat seperti bola, berbentuk hati, bentuk-bentuk binatang tertentu dan lain-lain. Lebih tepatnya lampu dengan hiasan berwarna-warni rupa atau bentuknya yang menarik itu lazim dinamakan Chinese lampion.

Khusus bagi masyarakat Tionghoa lampion bukan barang baru. Memang awalnya kerajinan Chinese lampion itu berasal dari Cina dan Jepang. Di Cina biasanya lampion digunakan pada acara ritual keagamaan, sedangkan di Jepang selain untuk ritual keagamaan sudah digunakan sebagai penerangan dalam ruangan. Ciri-ciri lampion Jepang cenderung menggunakan rice paper sebagai bahan dasarnya.

Seperti keterangan Imran Makmur, salah satu pemilik Tiang Jaler, sebuah usaha dengan kategori handicraft atau bergerak di bidang kerajinan tangan. Lebih lanjut dijelaskan, produk Chinese lampion yang dihasilkan usaha yang berlokasi di kota kembang itu berupa lampion/ paper lamp yang terdiri atas beberapa jenis yaitu lampu gantung, lampu meja, lampu standing souvenir, dan lampu pesta/ party lamp. Imran menjalankan bisnis tersebut bersama dengan Aris Wibowo Dwi A. Jika Aris lebih menangani bagian produksi, maka lulusan fakultas Ekonomi Manajemen Unpad ini kebagian mengurus soal-soal keuangan. “Untuk pemasaran kami tangani bersama,” ungkap Imran.

Imran mengaku tertarik dengan usaha kerajinan Chinese lampion ini dikarenakan keindahan bentuk lampion itu sendiri. Desainnya yang dinamis membuat Chinese lampion dapat dikembangkan menjadi bermacam-macam bentuk. Sejak awal merencanakan usaha Aris maupun Imran bahkan sudah memutuskan agar lampion karya mereka bisa meninggalkan nuansa Jepang dan China, tetapi lebih bersifat Indonesia. Hasilnya, kini lebih dari 80 macam desain lampion baru yang mereka ciptakan. Bentuknya beraneka rupa, ada yang seperti kerucut bersegi segitiga, bentuk-bentuk simetris, serta ada pula berbagai bentuk binatang dan bunga.

Investasi usaha Chinese lampion, dikatakan, tidak terlalu besar dan nilainya di bawah nilai Rp 50juta. Antara lain digunakan untuk membeli peralatan serta bahan, yaitu rotan, kertas khusus serta bahan pewarna. Sebagian besar produk dikerjakan berdasarkan adanya order terlebih dahulu, biasanya dengan sistem jual putus. Selain itu kadang-kadang terdapat pula produk Chinese lampion untuk persiapan pameran atau pun saat melayani permintaan konsinyasi. Dengan jumlah karyawan tetap sebanyak 6 orang sebulan Tiang Jaler mampu memproduksi sekitar 500 buah.

Meski bahan dasarnya simpel, yakni kertas dan rotan, tetapi menurut Imran yang susah justru terletak pada proses pembuatannya. Sebuah model yang bagus harus dibuatkan cetakannya daan diproses hati-hati supaya hasil Chinese lampionnya sempurna. Maka pada saat melayani pesanan baru, faktor kesulitan pada waktu proses pembuatan akan menentukan harga jual. Sehingga harga Chinese lampion bervariasi mulai puluhan ribu sampai dengan ratusan ribu. Di samping itu banyak-sedikitnya jumlah pesanan juga mempengaruhi harga satuan. Sedangkan saat ini omzet penjualannya sekitar Rp 18 juta-Rp 20 juta per bulan.

Diungkapkan pula pada masa-masa awal usaha Chinese lampion tahun 2002 strategi penjualan produk lebih banyak dilakukan dengan cara mengikuti pameran hingga beberapa kali dalam setahun mengambil lokasi di beberapa kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta dan Semarang.




Mesin bubut kayu
(Gambar)
Mesin bubut kayu

I.Spesifikasi:
a.Dimensi: 120 X 60 X 75 cm, jarak maximum antar cekam ± 120 cm.
b.Daya: 3/ 4 PK ( Motor listrik)
c.Kapasitas: Membubut diameter maksimal 25 cm.
II.Kegunaan:
Membuat aneka bentuk kerajinan kayu, untuk industri mebel, sangkar burung, dll.

Negara Asal:
Indonesia
Harga:
Rp.9.500.000,-/unit
Cara Pembayaran:
Transfer Bank (T/T)
Jumlah:
1
















Pancaran Laba Lampu Bambu


Lampu Hias Bambu
Siapa yang tidak mengenal tanaman bambu? Sangat mudah menemukan tanaman yang menjulang tinggi ini. Bambu juga mempunyai banyak kegunaan. Salah satunya, bisa diolah menjadi berbagai kerajinan yang bisa mendatangkan banyak keuntungan.

Salah satu jenis produk kerajinan bambu adalah lampu hias. Cukup banyak orang yang mengembangkan produk ini. Satu diantaranya yang berhasil adalah Ahmad Renaldi Syofinal, pemilik galeri De Falah, yang berlokasi di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Dengan bahan baku utama bambu, Ahmad berhasil menciptakan variasi produk lampu yang beragam. Bagi Ahmad, membuat aneka macam variasi produk itu tak terlalu sulit. Sebab, "Batang bambu tinggal dibentuk sesuai desain yang dikehendaki," ucapnya.

Dalam membuat desain produk lampu bambunya, Ahmad memperhatikan manfaat lampu itu. Misalnya, apakah untuk lampu meja, lampu hias, lampu tidur, atau lampu taman. "Satu perubahan desain sudah bisa mengubah kegunaan lampu tersebut," kata Ahmad.

Dia mengaku membuat tempat lampu bambunya itu dengan ketrampilan tangan. Dia Sama sekali tak menggunakan mesin.

Hasilnya, kerajinan buatan tangan Ahmad itu tampak cukup unik dan artistik. Tempat lampu itu dicat dengan warna khusus yang membuat lampu terlihat seperti lampu tradisional atau peninggalan zaman dulu.

Tentu saja, setiap dudukan lampu mempunyai harga berbeda-beda. Harganya mulai Rp 80.000 hingga Rp 400.000 per unit. Yang paling murah adalah lampu meja atau lampu tidur. Soalnya, ukurannya kecil, di bawah 40 sentimeter. Sedang harga lampu taman mencapai Rp 400.000 per unit. Maklum, "Panjang lampu taman bisa mencapai semeter," katanya.

Bahan limbah juga bisa

Ahmad baru menjalankan usaha ini sejak setahun lalu. Kebetulan ia lulusan arsitektur. "Ini berawal dari corat-coret gambar. Kemudian saya aplikasikan ke kerajinan tangan yang menggunakan bahan baku bambu," terangnya.

Lelaki ini sengaja memilih bambu sebagai media kreasinya lantaran bambu gampang dia peroleh. Namun, untuk usaha ini, ia khusus memilih bambu yang cuma tumbuh di Bogor. "Bambu Bogor itu mempunyai diameter cukup besar sehingga bisa digunakan untuk membuat tempat lampu," kata Ahmad.

Biasanya, Ahmad memesan terlebih dahulu bambu-bambu itu. Sebatang bambu, harganya Rp 50.000. "Bambu harus yang sudah tua agar tidak menyusut saat dikeringkan," katanya.

Belakangan, Ahmad mendapatkan pasokan bambu dari usaha furnitur bambu lain. Namun, ini hanya berupa limbah. "Tapi masih bisa dimanfaatkan karena kita butuh ukuran kecil, bukan bambu utuh," katanya.

Bahkan, Ahmad mengaku lebih mudah membuat tempat lampu dari limbah bambu. Soalnya, limbah bisa langsung diproses tanpa dikeringkan dulu. "Kita juga tidak perlu mengeluarkan banyak duit, cukup biaya transportasi serta biaya pengganti sewajarnya," katanya.

Saat ini, Ahmad mempekerjakan lima karyawan yang bertugas memahat dan mengukir bambu. Kapasitas produksinya mencapai 300 unit per bulan.

Selain memproduksi tempat lampu, Ahmad juga menghasilkan berbagai kerajinan tangan dari bambu. Di antaranya, patung ondel-ondel, monas, asbak, tempat lilin, dan interior ruang.

Untuk produk-produk ini, biasanya ia mematok harga mulai Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per unit. "Ini sebenarnya hanya untuk memanfaatkan sisa-sisa bambu dari pembuatan lampu-lampu," kata Ahmad.

Kerajinan buatannya itu, kata Ahmad, baru dipasarkan di sekitar Jabotabek. Selain di rumah produksinya di Duren Sawit, produknya juga dijajakan di Mall UKM Jakarta dan galeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Jakarta.

Soal omzet? Ahmad enggan bicara. Yang jelas, dalam sebulannya sedikitnya ia bisa menjual 300 item dari berbagai jenis produk dan harga. Ia juga pernah menjajaki pasar ekspor. Namun dia tak meneruskan karena keterbatasan produksi. (Adi Wikanto/Kontan)

 

 

 

Home Industri Mebel Bambu


Berbagai kekayaan alam di negeri ini merupakan potensi yang bisa dikembangkan sehingga memberikan keuntungan yang maksimal. Meskipun pada kondisi-kondisi tertentu keuntungan tersebut sulit diraih. Bambu, salah satu tumbuhan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, baik secara tradisional maupun modern. Pemanfaatan secara tradisional pun bila dikemas dengan baik bisa diterima oleh jaman dimana semuanya serba modern. Salah satu produk yang barbahan baku bambu adalah furnitur, dari jaman dulu hingga sekarang produk ini masih diterima dengan baik oleh masyarakat bahkan oleh masyarakat internasional yang notabene merupakan masyarakat dengan peradaban modern.
Subiantoro, pemuda yang terlahir di daerah sentra industri bambu ini, pada tahun 1997 meneruskan usaha yang telah lama dirintis oleh pamannya. Karena terlahir di daerah sentra kerajinan, sudah sewajarnya apabila Subiantoro juga menekuni bidang ini.
Apalagi dia melihat bahwa prospek usaha kerajinan bambu ke depannya cukup bagus. Tekun Jaya Muda adalah nama usaha industri mebel bambu yang diusungnya saat ini.
Jenis produk yang dihasilkan antara lain mebel (1 set meja dan kursi), dipan, gazebo, rumah bambu dan aneka macam kerajinan bambu. Hanya saja produk utamanya adalah mebel, set meja dan kursi bambu.
Produk kerajinan lainnya sebagian besar merupakan setoran yang diambil dari pengrajin lain untuk dibantu dipasarkan. Rata-rata kapasitas produksinya dalam 1 bulan mencapai 25 set mebel diman 1 set mebel terdiri dari 1 meja dan 2 kursi.

Bahan baku utama adalah bambu, rotan dan plitur/vernis. Dalam sebulan kebutuhan akan bahan baku tersebut antara lain:
Bahan baku         Jumlah                             Harga
 
Bambu              3 truk(= 600 batang)/ bulan        Rp. 2.000.000,-/truk
 
Rotan              50 kg / bulan                      Rp.    20.000,-/kg
 
Plitur/vernis      10 kg/ bulan                       Rp.    30.000,-/kg
Bahan baku diperoleh dari Jogja dan kota sekitarnya, sedangkan rotan dan plitur (asal damar) diperoleh dari pedagang yang mendatangkan dari Kalimantan.
Saat ini Subiantoro dibantu oleh 12 orang tenaga kerja dimana masing-masing mempunyai tugas dan memperoleh fee tersendiri. Rinciannya sebagai berikut :
Jenis Pekerjaan                    Jumlah     Sistem Fee    Jumlah
 
Tukang (membuat
 
kerangka dan merakit)              5 orang    Borongan      Rp 45.000/set
Pasang rotan dan membuat           5 Orang    Borongan      Rp 20.000-50.000/set
 
anyaman (sebagai sandaran tergantung ukuran dan dan dudukan)                                                                               model
 
Plitur/vernis                      1 orang    Harian        Rp 25.000-30.000/hari
Proses Produksi
Proses membuat mebel bambu, pertama kali adalah menentukan model dan ukurannya. Bahan baku bambu kemudian dicuci hingga bersih kemudian dikeringkan, bila kondisi panas terik membutuhkan waktu 1 minggu untuk pengeringan. Setelah kering, bambu dipotong sesuai dengan ukuran dan model yang telah ditentukan.
Potongan-potongan bambu tersebut dirakit sebagai kerangka mebel dengan cara dipaku atau diikat. Agar terlihat indah, bagian sambungan tersebut dibalut dengan rotan. Setelah kerangka terbentuk, dibuat sandaran dan dudukan pada masing-masing kerangka yang sudah terbentuk.
Apabila model dudukan dan sandaran mempunyai motif, maka dilakukan pengukiran pada dudukan dan sandaran tersebut. Selanjutnya proses finishing, dimana mebel diamplas dan kemudian divernis.
Dari sekian banyak pengrajin yang ada di daerah tersebut, Tekun Jaya Muda termasuk pengrajin yang cukup lama usianya. Hasil produksinya lebih halus, rapi dan lebih kokoh.
Wilayah Pemasaran
Saat ini, wilayah pasarnya terbagi menjadi 3 yaitu lokal Jogja, luar Jogja dan luar negri. Untuk pasar dalam negri, penjualan per bulan mencapai lebih dari 60 set yang terdiri dari 15 set untuk penjualan lokal Jogja dan sisanya luar Jogja seperti Magelang, Karawang dan Kalimantan.
Harga jual mebel bambu untuk pasaran dalam negeri antara Rp300.000,- – Rp700.000,- /set. Sedangkan penjualan untuk pasar luar negri yang sebagian besar pembeli dari Belanda, menurut Subiantoro, dalam 3 tahun terakhir mengalami penurunan. Penjualan terakhir tahun ini hanya 10 set mebel senilai Rp10 juta.
Dengan semakin banyaknya pengrajin bambu, persaingan dalam pemasaran cukup tinggi meski masih dalam tingkatan fair. Kondisi modal yang terbatas menyulitkan untuk penetrasi pasar dan pengembangan pasar baru.
Saat ini, Subintoro memiliki cabang di Magelang dan Karawang yang keduanya merupakan kerjasama dengan pihak lain dalam pemasaran. Sedangkan untuk cabang pemasaran di Kalimantan merupakan cabang miliknya sendiri yang dikelola oleh adiknya.
Rencana ke Depan
Rencana ke depannya, Subiantoro mencoba membuka cabang pemasaran baru di wilayah-wilayah yang belum terdapat kerajinan mebel bambu.
Jadi, bila wilayah anda belum ada usaha sejenis dan anda tertarik untuk memulainya, tidak perlu keahlian membuat kerajinan bambu. Cukup dengan sediakan tempat pejualan dan sedikit modal untuk penyediaan sampel.
Simulasi Usaha Home Industri Mebel Bambu
Pengeluaran
 
Bahan Baku
 
Bambu      : 3 truk x Rp.2.000.000                   = Rp.6.000.000
Rotan      : 50 kg x Rp.    20.000                   = Rp.1.000.000
Pernis     : 10 kg x Rp.    30.000                   = Rp.  300.000
 
Jumlah                                               = Rp.7.300.000
 
Tenaga Kerja
Tukang kerangka  : 35 set x Rp. 45.000               = Rp. 1.575.000
 
Tukang Rotan     : 35 set x Rp. 30.000               = Rp. 1.050.000
 
Tukang pernis    : 30 hari x Rp. 25.000              = Rp.   750.000
 
Jumlah                                               = Rp. 3.375.000
 
Total Pengeluaran: Rp.7.300.000 + Rp. 3.375.000      =Rp. 10.675.000
 
Pendapatan
 
Penjualan mebel dalam Negeri: 25 set x Rp. 500.000   =Rp. 12.500.000
 
Penjualan mebel Luar Negeri  : 10 set x Rp. 1.000.000=Rp. 10.000.000
 
Jumlah                                               = Rp.22.500.000
 
Keuntungan   : Rp. 22.500.000  - Rp. 10.675.000      = Rp.11.825.000
(Sumber : Tim Bisnis UKM)

Yuuuk Buka Toko Barang Penghias Interior Rumah…


Jika Anda sudah memiliki rumah pastinya kurang lengkap jika interiornya belum dihias. Rumah akan terasa nyaman dan menarik dipandang jika pemilihan barang-barang interiornya tepat. Pasti di setiap rumah akan sangat membutuhkan barang-barang penghias interior seperti horden, lampu hias,  seprai, sarung bantal tidur dan sofa, karpet, tutup TV, pigura dan hiasan-hiasan lain yang banyak dicari.
Peluang bisnis inilah yang harus Anda manfaatkan. Carilah supplier barang-barang tersebut dan kemudian cari tempat yang strategis untuk berjualan. Keragaman jenis atau mode menjadi hal wajib yang harus dipenuhi. Harga terjangkau akan menambah minat orang untuk berkunjung ke toko Anda, karena masyarakat lebih memilih dengan hal tersebut.
                                            Analisa Ekonomi
 
Modal Awal
 
Sewa tempat                                   Rp10.000.000,00
 
Peralatan:
 
Etalase kaca                                  Rp 1.000.000,00
 
Hanger /gantungan untuk men-display           Rp   500.000,00
 
Rak susun dari besi                           Rp 2.000.000,00
 
Meja + kursi cashier                          Rp   500.000,00
 
Jumlah                                        Rp 4.000.000,00
 
Penyusutan peralatan selama 4 tahun, memiliki nilai residu Rp. 1.000,00.
 
Biaya penyusutan pertahun= (Rp 4juta-Rp 1.000,00)/4= Rp 999.750,00.
 
Biaya penyusutan perbulan= Rp 83.312,00.
 
 
 
 
 
 
 
Barang dagangan awal(seprai,bed cover,karpet,dll) Rp 6.500.000,00
 
Perlengkapan
 
Kalkulator                                           Rp    75.000,00
 
Kantong plastic                                      Rp   100.000,00
 
Alat tulis                                           Rp    50.000,00
 
Jumlah                                               Rp   225.000,00
 
Perhitungan laba/rugi per bulan
 
Pendapatan (Rp 200.000,00 x 30)                      Rp 6.000.000,00
 
Biaya-biaya:
 
Listrik dan telpon                                   Rp   200.000,00
 
Harga pokok barang                                   Rp 3.000.000,00
 
Gaji pegawai                                         Rp   800.000,00
 
Transportasi                                         Rp   200.000,00
 
Biaya perlengkapan                                   Rp   225.000,00
 
Biaya penyusutan peralatan                           Rp    83.312,00
 
Jumlah biaya                                         Rp 4.508.312,00
 
Laba bersih                                          Rp 1.491.688,00
Team BisnisUkm.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar